Translate

Selasa, 18 November 2014

Gerakan Indonesia Menulis; Mencari Nilai Keberartian

Dalam rangka pelaku kreatif untuk memperoleh peningkatan kemampuan produksi dan kreasi karya kreatif berbasis media. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia melalui Direktorat Pengembangan Ekonomi Kreatif Berbasis Media, menyelenggarakan kegiatan Gerakan lndonesia Menulis. Yang berlangsung pada tanggal 25 September 2014 di Hotel Horison Kendari. Kegiatan ini merupakan penggabungan antara sosialisasi, bimtek dan workshop menulis.

Banyak keseruan yang terjadi dalam acara ini. Tak kenal maka tak sayang, tak sayang maka tak seru. Itulah yang menjadi awal dimulainya sesi materi, dimana setiap peserta harus memperkenalkan diri kepada semua yang ada didalam ruangan itu. Baik panitia, pemateri maupun kepada seluruh peserta lainnya. Semua membentuk lingkaran, sistem perkenalan dibuat dalam bentuk games. Jadi caranya, setiap peserta harus menyebutkan nama orang lain, dimulai dari pemateri selanjutnya panitia dan berlanjut kepada seluruh peserta.

Games ini bertujuan untuk menstimulus daya ingat berdasarkan urutan pertama hingga urutan terakhir dan tetap dalam lingkaran itu, semua harus bisa menghafal semua nama-nama teman yang ada dan saling membantu untuk mengingatkan. Acara ini dikemas santai namun sangat efektif, tanpa banyak prolog pemateri memberi pemahaman tentang proses kreatif, mulai dari proses kreatif menulis Stephen King, Ernest Hemingway sampai JK Rowling. Kegiatan ini menghadirkan beberapa pemateri yang berasal dari kalangan penerbit juga pengamat buku.



Tutu selaku pihak penerbit buku, menjelaskan hal-hal teknis dan urgen soal penulisan serta dunia penerbitan. Apa-apa yang seharusnya dilakukan sebelum mengirimkan naskah. Di Mizan sekurang-kuranganya ada 30 naskah dimeja editor tiap harinya. Bisa dibayangkan reaksi editor saat membaca kalimat pertama sinopsis, draft novel atau apa pun yang tidak sesuai kaidah penulisan yang baik dan benar. Bahkan mereka langsung mengukur kemampuan literasi penulis dibagian proposal pengajuan naskah.


Penjelasan Tutu telah menjawab rangkaian pertanyaan dari beberapa peserta yaitu Amaya dan Diyanti. Diyanti bertanya mengenai apa yang akan dilakukan calon penulis lokal untuk menembus penerbit mayor, sedang Amaya lebih menyoalkan ketertarikan utama editor terhadap sebuah naskah dan apa saja yang menyebabkan pihak penerbit mengabaikan satu karya, juga bagaimana peluang kesejahteraan penulis di Indonesia. Sesi ini berlangsung begitu menarik, banyak penanya lain yang bertanya dengan antusias. Derlin juga menanyakan tentang kans kearifan lokal yang diangkat melalui sebuah karya fiksi dan non fiksi. Saat ia menyebutkan istilah-istilah lokal Kendari pemateri ikut tertawa.

Pemateri kedua adalah Hikmat Darmawan yang juga tidak kalah menariknya dari pemateri pertama. Walau apa yang disampaikannya tidak lepas dari tahapan-tahapan kreatif dalam menulis. Ia melakukannya dengan gaya yang ringan sembari berkelakar. “Jangan menulis sampah, kasian pohonnya.” kata Hikmat. Kalimat ini membuat peserta terdiam. Sering kali penulis pemula ingin karyanya cepat diterbitkan tapi mungkin tidak berpikir nilai keberartiannya.


Tentu tidak semua penulis pemula seperti itu. Intinya saat akan menulis tidak perlu berpikir itu akan bermanfaat bagi orang atau tidak, biarkan saja pembaca yang menafsirkannya. Penulis pemula mungkin sering terhalang oleh “efek manfaat” yang pada akhirnya tidak jadi menulis karena itu. Poin selanjutnya masih melalui pengalaman-pengalaman berharganya, ia menghimbau para peserta tak boleh menyepelekan efek medsos, seperti menulis diblog atau informasi-informasi penting yang bisa diposting melalui akun jejaring sosial. Karena itu salah satu networking yang bagus dan baik serta bisa menghadirkan peluang yang lebih besar.


Dipenghujung acara peserta yang beruntung karena aktif dalam forum tersebut mendapatkan paket hadiah berupa tshirt, buku dan alat tulis, serta kepada seluruh peserta diberikan 4 lembar kertas seperti questioner untuk diisi dengan beberapa pertanyaan tentang karya sastra. Para peserta semua berpisah beberapa saat setelah pihak penyelenggara menutup acara dengan kata-kata berarti, “Sampai bertemu di kompetisi menulis tahun 2015”.

Selasa, 04 November 2014

Inkonsisten Nonkomitmen, Kami Ditipu Jokowi



foto: id.berita.yahoo.com

Inkonsisten memang sudah terlihat jelas ada pada dirimu Bapak Presiden RI yang baru, padahal kau dikenal secara nasional hingga dipelosok negeri ini, karena telah mengembangkan industri kreatif yang diusung oleh Ekokraf. 
Dimana lagi itu Mobil ESEMKA?
Yang membawa dan mengantarmu menuju ke DKI Jakarta, hingga menjadi Gubernur.

Kau sudah meludahi panggung debat capres dengan air mulutmu untuk terus mengembangkan, membangun dan memajukan Ekonomi Kreatif agar Insan Kreatif Indonesia mau memilihmu!

Nonkomitmen tercurahkan pada dirimu Bapak Presiden RI yang ke 7. Bahkan sebelum kau dilantik, dirumah transisi yang menjadi markasmu dalam merumuskan dan menyusun susunan Kabinet Kerja Mubassir, masih sempat kau hempaskan ke udara kata Ekonomi Kreatif didepan seluruh media, baik cetak maupun elektronik.

Kabinet Kerja Mubassir telah kau buat dan bentuk seakan-akan efisien menurutmu, yang jelas-jelas sangat tidak efektif sama sekali. Beberapa bidang/bagian dalam Kementerianmu sebenarnya bisa digabungkan menjadi satu bukan untuk dijadikan satu-satu atau bagi-bagi jabatan kenegaraan sebagai pembantumu mengurus NKRI. Sungguh disayangkan intervensi belum juga lepas pada Pemimpin Bangsa kita sekarang.

Buat Bapak kami Jusuf Kalla, apakah anda punya andil atau tidak sama sekali dalam menyusun Kabinet Kerja Mubassir? janganlah sampai racun telah kau minum lahap-lahap tanpa berfikir dan berzikir terlebih dahulu, yang sebanarnya menjadi ciri khas dan kekuatanmu selama ini.
 
Dimana lagi itu Pulau Komodo?
Yang telah kau perjuangkan menjadi salah satu keajaiban dunia setelah Candi Borobudur terdepak keluar dan sudah tidak lagi masuk daftar sebagai karya keajaiban dunia. Binatang Komodo akan bertanya kepada Pemerintah RI sekarang. Siapa lagi yang akan konsen melestarikan kami dan serius mengelolah tempat kami setelah anda sudah menjadi Wakil Presiden RI yang ke 7 untuk kedua kalinya.

Dulu ada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang sangat serius serta konsen memperhatikan kami. Kini banyak wisatawan mancanegara berkunjung dan menikmati spot-spot yang menjadi destinasi dalam negeri. Turis-turis tersebut berfoya-foya menghabiskan uangnya membeli karya lokal (barang dan jasa) dari para pelaku kreatif dan UMKM.

Sehingga Industri Kreatif semakin menggeliat dan berkontribusi menghasilkan PDB dari Ekonomi Kreatif berdasarkan perhitungan Badan Pusat Statistik, nilai tambah Ekonomi Kreatif mencapai Rp 641,8 triliun pada tahun 2013 dengan pertumbuhan sekitar 5,76%, diatas pertumbuhan sektor listrik, gas, dan air bersih; pertambangan dan penggalian; pertanian, peternakan, kehutanan, dan perikanan; jasa-jasa; dan industri pengolahan. Pertumbuhan PDB industri kreatif juga diatas pertumbuhan PDB nasional.

Apakah kau Jokowi dan anda Jusuf Kalla mengetahui itu?

Saya mohon kepada kalian berdua Presiden RI dan Wakil Presiden RI yang baru, beserta para pembantu kalian supaya tidak menjadi Kabinet Kerja Mubassir! Silahkan buka dan baca Buku Cetak Biru Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Ekonomi Kreatif Indonesia 2025.

Sedikit isi buku itu saya paparkan, semoga kalian semua bisa mencari dan membacanya juga;
"Bagi Indonesia, sejauh ini ekonomi kreatif tidak hanya memberikan kontribusi ekonomi, tetapi juga berperan dalam penguatan citra dan identitas bangsa, mengembangkan sumber daya yang terbarukan, mendorong terciptanya inovasi, dan yang tidak kalah pentingnya membawa dampak sosial yang positif, termasuk peningkatan kualitas hidup, pemerataan kesejahteraan dan peningkatan toleransi sosial dalam masyarakat. Hingga kini permintaan terhadap karya kreatif terus meningkat. Di pasar global, pertumbuhan impor produk kreatif dunia meningkat 6,6% per tahun selama kurun waktu 2003-2012. Di dalam negeri, pertumbuhan konsumsi terhadap karya kreatif meningkat rata-rata 10,5% per tahun selama kurun waktu 2010-2013. Pada periode 2010-2013 industri kreatif rata-rata dapat menyerap tenaga kerja sekitar 10,6% dari total angkatan kerja nasional. Hal ini didorong oleh pertumbuhan jumlah usaha di sektor industri kreatif pada periode tersebut sebesar 1%, sehingga jumlah industri kreatif pada tahun 2013 tercatat sebanyak 5,4 juta usaha yang menyerap angkatan kerja sebanyak 12 juta".

Apakah adil sektor yang telah memberi kontribusi besar terhadap PDB, namun kurang mendapat perhatian pemerintah yang mengelola APBN. Sedangkan sektor lain yang minim menghasilkan PDB namun mendapat perhatian khusus dari penguasa baru negeri ini. Apakah salah jika kami merasa ditipu dengan janji-janji kampanye Mu terhadap Ekokraf.

Dengan adanya moratorium CPNS periode 5 tahun kekuasaannmu, harusnya Kementerian Ekonomi Kreatif itu wajib ada dalam jajaran pembantumu, karena tupoksi pembentukan, pengembangan dan pembangunan SDM Kreatif itu ada di Ekonomi Kreatif yang mengurus dan mengerjakan seluruh sektor Industri Kreatif. Insan Kreatif itu banyak juga dari anak-anak jalanan serta pelaku Industri Kreatif itu bersumber dari Komunitas. Dengan Ekokraf pada tahun 2013 tercatat sebanyak 5,4 juta usaha kreatif menyerap tenaga kerja sebanyak 12 juta Orang Indonesia, beberapa anak-anak jalanan dan komunitas jalanan yang termarjinalkan kini telah menjadi Creativepreneur bahkan sudah berkontribusi menghasilkan PDB bagi APBN. Tanpa adanya Kabinet Ekokraf apakah kebijakan moratorium itu akan betul-betul menghemat anggaran. Atau hanya akan meningkatkan jumlah pengangguran produktif. Atau akan menimbulkan masalah baru dalam roda pemerintahanmu nanti Pak Pres.

Para pelajar dan mahasiswa sulit digenjot untuk menjadi entrepreneur, karena mereka akan menjadi dilematis untuk memilih apakah konsen dengan usaha atau disiplin menjalankan mata pelajaran/perkuliahan ditambah lagi dengan tugas-tugas sekolah/kampus yang majemuk. Pengangguran akan berkurang jika mereka memiliki aktifitas yaitu kreatifitas, bukannya menunggu para pelajar dan mahasiswa hingga selesai mendapatkan gelar pendidikan baru mau membuka usaha, yang belum tentu dapat membuka lapangan pekerjaan baru. Bahkan bisa jadi akan menjadi pengangguran berpendidikan baru, karena terlalu banyak ilmu teori yang dimiliki dan sangat minim pengalaman dan praktek berwirausaha, jadinya bukan laba yang dihasilkan melainkan rugi yang di dapatkan.

Satu lagi program Joko Widodo dan Jusuf Kalla jika kurang matang akan mengakibatkan kehancuran NKRI. Hati-hatilah terhadap sektor migas, utamanya perlakuan terhadap BBM. Dibandingkan dengan sektor Ekonomi Kreatif yang telah berkontribusi besar terhadap omzet ekspor. Selama ini migas lebih banyak di impor padahal INDONESIA adalah salah satu negara penghasil migas di dunia.

Salam Kreatif!

Minggu, 28 September 2014

Creative City Branding “I Like Kendari” Adalah Brand, Identitas dan Visit Kota Kendari



Design by Muhammad Hajar Siddiq
City Branding adalah proses atau usaha membentuk merk dari suatu kota untuk mempermudah pemilik kota tersebut dalam memperkenalkan kotanya kepada target pasar dalam hal attention, influence, markets, investments, businesses, visitors, residents, talent dan events. Dengan menggunakan kalimat positioning, slogan, icon, eksibition, dan berbagai media lainnya. Sebuah City Branding merupakan gambaran dari pikiran, perasaan, asosiasi dan ekspektasi yang datang dari benak seseorang sebagai prospek atau customer dalam melihat atau mendengar sebuah nama, logo, produk, layanan, acara, ataupun berbagai simbol dan rancangan yang menggambarkannya.
 
City Branding semata-mata bukanlah pekerjaan dari public sector, akan tetapi tugas dan kolaborasi dari semua pihak (stakeholders) yang terkait dengan kota tersebut, apakah itu pemerintah kota, pihak swasta, pengusaha, interest group, komunitas dan masyarakat. Sebuah kota, layaknya sebuah brand, harus bersifat fungsional. Fungsionalitas berarti dapat dilihat sebagai sebuah benefit. Sebuah kota harus berfungsi sebagai tujuan untuk pencari kerja, industri, tempat tinggal, transportasi umum dan atraksi serta rekreasi. City Branding atau Brand Places merupakan strategi dari suatu tempat atau daerah untuk membuat positioning yang kuat sebagai alat promo dan penguatan akan target market, seperti layaknya positioning sebuah produk atau jasa, sehingga tempat atau daerah tersebut dapat dikenal diseluruh dunia.

Kota Kendari tentunya tidak mau ketinggalan dalam hal pembangunan dan pemberdayaan masyarakat serta pembentukan suatu brand agar dapat dikenal secara luas di seluruh dunia. Strategi branding merupakan kebutuhan untuk perencanaan dan pengelolaan kota, agar pesan yang disampaikan oleh kota dan seluruh pemangku kepentingan selaras dan mendukung pembangunan citra kota yang diperlukan dalam memenangkan persaingan sumber daya saat ini. Ada yang berbeda dari Kendari Branding dibandingkan dengan beberapa City Branding lainnya ditempat atau kota-kota lain, yaitu ILIKENDARI (I Like Kendari) menjadikan logo, slogan dan tagline tergabung menjadi satu kesatuan dalam sebuah font yang simpel dan sederhana serta ekspektasi yang tidak berlebihan. Harapannya agar semua orang terkesan, mudah diingat dan dapat tertanam di dalam benak, hati dan pikirannya.


Latar belakang dipilihnya ILIKENDARI (I Like Kendari) sebagai Creative City Branding merupakan hasil identifikasi sesuai dengan identitas dan ciri khas Kota Kendari. Diskusi dan kajian yang intens dilakukan sejak tahun 2012 oleh beberapa komunitas-komunitas kreatif dan para designer lokal yang dengan ikhlas memberikan ide dan memasukkan beberapa desain logo serta slogan yang dipresentasekan langsung dari perencanaan pembuatan City Branding sebelumnya. Hingga menghasilkan keputusan bersama melahirkan ILIKENDARI (I Like Kendari) sebagai City Branding. Konsultasi sudah dilakukan bersama tokoh dan pengiat kreatifitas nasional yang telah berkunjung di Kota Kendari sebagai narasumber dari beberapa kegiatan ekonomi kreatif yaitu Tita Larasati, Adi Nugraha, Gigih Budi Abadi serta beberapa visitor lainnya. Dengan kata kunci I Like semua menyatakan suka dengan Kota Kendari.


ILIKENDARI (I Like Kendari) yang berarti saya suka dengan Kota Kendari. Suka akan kotanya yang merupakan kota teluk, unik dan menarik. Dari bentuk geografisnya terdapat sebuah pegunungan yang posisinya berada dibelakang pusat kota dan didepannya merupakan laut. Kota Kendari berpotensi besar mendatangkan turis baik domestik maupun mancanegara. Suka akan warganya yang plural, ramah dan toleran berpotensi mengundang investor untuk berinvestasi dan berbisnis. Suka akan seni, budaya dan destinasi yang berada di dalam Kota Kendari. Suka akan produk lokal berupa hasil kerajinan (kain tenun, ukiran perak, ukiran kayu jati lokal, kriya pasir, dll). Kuliner khas lokal seperti sinonggi, pokea, mete, ikan asin, terasi, dll. Memiliki historical heritage city tersendiri, yang hingga kini situs sejarahnya masih dapat dilihat dengan bukti bangunan dan alutsista peninggalan Belanda dan Jepang di Kota Lama Kendari. Serta bakat dari beberapa komunitas-komunitas dapat mengundang perhatian, pengaruh dan membuka peluang pasar kreatif.


Banyak kota dan negara lain telah merasakan keuntungan besar mendapatkan pundi-pundi PAD dan pendapatan APBN dari City Branding atau Brand Places. Diantaranya Kota Bandung dengan “BDG”, Kota Jakarta dengan “Enjoy Jakarta”, Kota Solo dengan “Solo the spirit of java” dan yang lebih mencengangkan adalah Kota Amsterdam - Belanda dengan “I amsterdam” begitu juga Kota New York – USA dengan “I Love NY”. Creative City Branding merupakan bagian dari proses kreatif. Tidak bisa muncul begitu saja secara instan, melainkan memerlukan proses yang panjang dengan cara melihat, berfikir dan bertindak. ILIKENDARI (I Like Kendari) bagi kota Kendari yang dicetuskan oleh Kendari Kreatif akan menjadi merk dan identitas serta logo visit Kota Kendari. Walaupun hingga kini belum mendapat dukungan dari pemerintah kota, dikarenakan kurang pekanya terhadap kebutuhan masyarakat akan Creative City Branding.

Kreatifitas biasanya muncul dari keterbatasan. Keterbatasan bukanlah kekurangan yang mau menghambat dan menurunkan optimisme meraih kejayaan dan citra kota serta warganya. Dengan semangat, keterbatasan akan menjadi energi baru jika disikapi positif, untuk memperkokoh kebersamaan menjalankan fungsi dan peranan kita, yang harusnya ditancapkan kedalam benak sanubari sebagai bentuk tanggung jawab sosial kepada masyarakat. Kerjasama adalah alat yang mengalahkan fungsi dari kunci untuk membuka gembok baja, sehingga mengubah keterbatasan menjadi keterlebihan mewujudkan Kendari Kota Kreatif.


Tautan luar:
  1. http://brandingkota.maknainformasi.com/
  2. http://akademiberbagi.org/membangun-kota-kreatif-di-akademi-berbagi-solo/
  3. http://bedubeda.blogspot.com/2012/10/city-branding-strategi-menjual-sebuah.html
  4. http://www.kendarikreatif.com/

Sabtu, 27 September 2014

LPJ CELEBES SERIES 3 DOWNHILL Bukit Tahura Nipa-Nipa Teluk Kendari - Sulawesi Tenggara

Championship #CSDH3
Penyenggaraan event #CSDH3rd "Celebes Series 3 DOWNHILL di Bukit Tahura Nipa-Nipa Teluk Kendari, 12 - 14 September 2014. Telah selesai dilaksanakan berkat kerjasamanya ACC, Dolken dan Manaba Communication sebagai pihak Event Organizer (EO), serta Kendari Kreatif yang mensupport para Komunitas lainnya sebagai Volentire yang berperan sebagai Marshal & Tim Medis.

Sebagai pihak kedua, kami Manaba Communication dalam hal ini Event Organizer (EO) yang diberikan pekerjaan oleh pihak pertama dalam hal ini ACC (Dolken), telah bekerja sesuai dengan job description yang diberikan, untuk mencari sumber pendanaan kegiatan (Sponsor), namun hasil yang didapat tidak sesuai dengan target. Hal ini disebabkan karena kegiatan  #CSDH3rd "Celebes Series 3 DOWNHILL adalah kegiatan yang baru dan untuk pertama kalinya diselenggarakan di Kota Kendari.

Ada beberapa sponsor yang mau mensponsori kegiatan ini, namun kerjasama yang ditawarkan tidak menguntungkan bagi kami. Tanggapan dari para Sponsor setelah menerima proposal yang sudah kami distribusikan adalah sebagai berikut :
1. Belum adanya progress kegiatan yang sudah dilaksanakan di Kota Kendari. Sehingga para sponsor tidak berani.
2. Kegiatan ini belum dikenal oleh sebagian besar masyarakat Kota Kendari. Sehingga antusias kehadiran masyarakat sangat kecil.
3. Kurang menguntungkan bagi pihak sponsor, karena Massa (Komunitas) yang menjadi target market perusahaan tidak tercapai.

Namun dari semua kekurangan tersebut, kegiatan #CSDH3rd "Celebes Series 3 DOWNHILL di Bukit Tahura Nipa-Nipa Teluk Kendari - Sulawesi Tenggara berjalan sesuai dengan rencana waktu dan dapat mendatangkan peserta dari luar Kota Kendari  serta tergolong sukses, berkat kerjasama semua pihak yang terlibat telah bekerja dengan baik.

Demikian laporan pertanggung jawaban ini kami buat sebagai laporan hasil kegiatan yang telah kita selenggarakan bersama. Semoga dapat menjadi acuan dan pengalaman untuk penyelenggaraan kegiatan selanjutnya. Terima Kasih.

Rincian Penggunaan Anggaran :

NO ITEM NILAI KETERANGAN
A Pemasukan Proposal DOLKEN (ACC)
1 Bank Sultra Rp    10.000.000 Diberikan kepada Dolken
2 Sostro Rp                       - Sharing Produk
3 Pendaftaran Peserta Rp      5.800.000 Biaya Pendaftaran Peserta
Jumlah Rp    15.800.000
B Pengeluaran Event Manaba Communication
1 Administrasi Rp         500.000 Cetak Proposal & Surat
2 Konsumsi Rp      3.408.000 Makan dirumah Pak RT, Konsumsi Panitia & Distribusi Proposal
3 Plakat Pasir Rp      1.500.000 Kriya Pasir Adham Art
4 Piagam Rp         200.000 Juara CSDH3rd, Sponsor & Co. Sponsor
5 Percetakan Rp      2.655.000 NK2 Advertising
6 Transportasi Rp         475.000 Bensin (Penjemputan Timer + Makan Timer) & Distribusi Proposal
7 Soundsystem Rp      1.500.000 2 hari | 5.000 watt
8 Level Panggung Rp         500.000 Pembuatan tribun juara uk. 2x3 M
9 TV LCD Rp         500.000 2 hari | 70"
10 Dan lain-lain Rp      1.000.000 Akomodasi + Transportasi Marshal & Tim Medis Pra Event
Jumlah Rp    12.238.000

Minggu, 17 Agustus 2014

NKRI Mencari Kemerdekaan

Berjuang meraih kemerdekaan doeloe dizaman kolonial bangsa eropa dan pendudukan jepang begitu luarbiasa, pengorbanan para pahlawan yang buta akan materi bahkan nyawa tak terhingga harga dan jasanya. Perjuangan para pahlawan doeloe sangat jelas dan terang-benderang dari bentuk fisik, gaya bahasa dan ras yang berbeda sehingga strategi dan teknik bisa dibuat dengan gamblang, namun ada yang luarbiasa bernama Gerilya. Itulah strategi perang Indonesia yang diakui oleh dunia. Banyak negara lain yang sampai sekarang mempelajari strategi perang masyarakat Indonesia itu.

Penjajahan tidak akan hilang dimuka bumi, saya pastikan itu selama kehidupan berlangsung. Katanya kita sudah merdeka tapi nyawa penjajahan masih terus hidup bergandengan dengan kehidupan dunia, faktanya; penjajahan dimuka bumi yang masih terus berlangsung adalah dijalur Gaza – Palestina. Sangat jelas itu merupakan bentuk penjajahan zionis! Tapi mengapa itu terjaga bahkan terpelihara oleh negara penguasa? Mungkin jawabannya hanya dua yaitu:
  1. Ketegasan, tegas melingkupi keberanian, keseriusan dan konsisten. Cukup dengan ketegasan negara Arab saya yakin zionis menyerah.
  2. Keuangan, uang melingkupi ekonomi, politik, sosial dan kemanusiaan. Sekali lagi cukup dengan keuangan negara Arab (2,5% saja) saya yakin zionis menyerah.
Kembali ke NKRI, ada pemberontakan DI/TII, G.30-S-PKI, GAM (gerakan aceh merdeka), Bintang Gejora-Papua Merdeka. NKRI adalah negara besar yang kaya akan sumber daya alam yang berlimpah ruah dan merupakan jantung dunia. Tanah subur dengan hasil pertanian, perkebunan dan hutan. Kaya air dengan hasil laut dan sungai, kaya flora dan fauna, kaya bumi dengan pertambangan yang sesuka kalian untuk mengeksplorasi tanpa mengingat masa depan serta anak cucu kalian.

NKRI adalah negara berintelektual dan beragama; memiliki banyak ilmuan yang pintar dan cerdas, sejarawan, ulama, pendeta, sangha, brahmana dan jiao sheng. Namun hanya jalan ditempat tetap menjadi negara berkembang tak maju-maju, cobalah step by step berubah menjadi negara maju karena potensi itu ada dan jelas.

Siapa bilang NKRI sudah merdeka? NKRI masih terjajah hingga sekarang, yang berbeda adalah penjajah sekarang berwujud nasional, bertubuh lokal, lahir dan besar di tanah ibu pertiwi. Kebanyakan penjajah sekarang adalah kaum intelektual memiliki tingkat pendidikan yang luarbiasa, biasa dipanggil Prof, Doktor, Magister, Strata Satu bahkan nan mencengangkan ada yang lulusan dari universitas luar negeri.

Mereka pintar tapi pintar membodohi warga negaraku, mereka cerdas tapi cerdik membuntui warga negaraku, mereka bernurani tapi bernaluri menguasai seluruh kekayaan alam negaraku. Hati-hatilah wahai saudaraku sebangsa dan setanah air NKRI dari sabang sampai marauke, mereka itu ada disetiap Propinsi, Kota, Kabupaten bahkan Desa. Siapakah mereka? Jawabannya ada disamping kalian, ada disekitaran kalian, ada diwilayah kalian mungkin juga sekarang serumah dengan kalian. Kita tidak mengetahui karena mereka sosok kemunafikan, jika bersama maka kebenaran dan kebaikan yang terucap, namun jika tak bersama maka kejahatan dan keburukan yang diperbuat.

Musuh dalam selimut, menjilat kembali air ludahnya. Tapi lebih parah daripada itu semua, mereka adalah penjajah yang sangat keci tak kenal saudara, keluarga, kerabat, sahabat, teman, sebangsa dan setanah air.

NKRI terjajah ekonomi, sosial, budaya dan pariwisata dengan produk dan jasa luar negeri yang terasa asin ditambah huruf g. Padahal kita mempunyai produk dan jasa dalam negeri yang terasa manis, estetik serta berbudaya lokal-nasional sesuai dengan kehidupan sosial, ditambah murah dan mudah didapatkan karena swasembada bahan dan produksi sendiri. Mari cinta, bangga dan beli produk dan jasa dalam negeri.

NKRI terjajah politik, hukum dan media massa oleh poliTIKUS, Korupsi, Kolusi dan Nipotisme serta pemberitaan yang tak seimbang, adil, makmur dan sejahtera menjadi provokator untuk misi yang jelas menjajah, mencerai-beraikan dan menghancurkan NKRI. Mainstreamkan Bhinneka Tunggal Ika, nilai-nilai Pancasila, Gotong Royong dan Musyawarah Mufakat.

Rebut kekuatan ekonomi dunia dengan membangun Ekonomi Kreatif Indonesia. Kemerdekaan hakiki adalah kebebasan berkarya tanpa batas sebagai solusi kehidupan. Kekuatan mental, ide dan imajinasi positif akan mempengaruhi nilai, manfaat, makna, harga dan kualitas karya (barang dan jasa).

NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA

Semua terjawab dengan Cipta, Rasa dan Karsa yang sama
Semua menjadi transparan dengan Konsisten ber Komitmen
Semua akan musnah dan tetap terjaga dengan Berfikir dan berzikir

MR.WM

Sabtu, 09 Agustus 2014

Celebes Series III Downhill di Kota Kendari - Sulawesi Tenggara

#CSDH3nd

Event Downhill Regional Sulawesi Series III di Kota Kendari - Sulawesi Tenggara. Lanjutan dari series I di Kota Manado - Sulawesi Utara dan series II di Kota Palu - Sulawesi Tengah. Untuk series III terpilih Kota Kendari - Sulawesi Tenggara sebagai tempat penyelenggara.
"Celebes Series 3nd Downhill at Bukit Tahura Murhum - Puncak Kebi Teluk Kendari, 12 - 14 September 2014"

Track Trailer:
http://www.youtube.com/watch?v=3L1JigfXDNY

Terbuka Untuk Umum: Regional & Nasional.
Kategori: Master A, Master B, Master C, Junior, Woman Open & Man Sport.

Sekretariat:
RM. Sarumping, Jl. A.H. Nasution No. 91 Kendari
Kopi KK Lantai II, Jl. Supu Yusuf No. 83 Kendari
08124262626708 | 081341826826 | 081242736705
dhkendari@gmail.com
manabacommunication@gmail.com
Info:
https://www.facebook.com/downhillkendari.dolken?ref=ts&fref=ts http://manabacommunication.blogspot.com/
http://www.kendarikreatif.com/