Translate

Selasa, 15 April 2014

Kebangkitan Pariwisata dan Industri Kreatif di Festival Pantai Nambo 2014


Sambutan Bapak Walikota Kendari didampingi Juara Anandonia & Luale 2014
Pada hari sabtu dan minggu tanggal 12 – 13 April 2014 di Pantai Nambo, diselenggarakan sebuah event yang bertajuk ‘Festival Pantai Nambo 2014’. Kegiatan yang mengeksplorasi tempat wisata pantai agar semakin menggelegar sehingga bernilai tinggi. Selain sebagai tempat wisata, Pantai Nambo juga merupakan pasar bagi Industri Kreatif untuk membangkitkan kreatifitas warga kota Kendari dan menjadikan para pelaku Industri Kreatif semakin produktif dan inovatif dalam berkarya.

Selama 2 hari kegiatan tersebut, beragam perlombaan diselenggarakan yaitu festival lulo (tarian khas lokal yang menjadi tradisi disetiap acara), kontes photo, kompetisi dangdut dan musik bambu, lomba mewarnai bagi anak-anak, angkreng (istilah lokal dongga-dongga), perlombaan kuliner, pertandingan bola voli pantai, aksi bartender dan lain-lain. Selain beragam perlombaan, juga terdapat pameran Industri Kreatif dengan memanfaatkan seluruh gasebo yang ada di Pantai Nambo, kemudian dijadikan sebagai stand/both untuk mempromokan dan memasarkan produk-produk kreatif serta barang dan jasa dari beberapa perusahaan yang ada di kota Kendari.

 Peserta Festival Lulo
Lomba Mewarnai
Perlombaan Kuliner
Aksi Bartender

Festival Pantai Nambo 2014 dihadiri dan dibuka langsung oleh Walikota Kendari Bapak Ir. Asrun. Dalam sambutannya, Bapak Walikota Kendari sangat mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Kegiatan ini menjadi bukti kebangkitan Pariwisata dan Industri Kreatif kota Kendari. Setelah membuka acara, Bapak Walikota kemudian berkeliling pantai untuk melihat beragam perlombaan yang berlangsung dan singgah di stand-stand pameran. Beliau begitu terkesima melihat produk-produk yang dipamerkan dan merupakan hasil karya anak Kendari.
Kegiatan yang awalnya hanya sebagai event untuk menghibur para pengunjung Pantai Nambo yang dibuat oleh Kendari Kreatif pada tahun 2013 lalu bernama #NamboFace2013 – Wajah Pantai Nambo. Muhammad Daud mewakili Kendari Kreatif yang juga merupakan Koordinator Komunitas Reggae di Sulawesi Tenggara, mengatakan bahwa pihaknya sangat bersyukur, ikut berbahagia dan menyambut baik serta mendukung penuh Pemerintah Kota Kendari dalam hal ini Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari yang telah menindak lanjuti event yang telah kami buat tahun lalu ditempat yang sama dengan penyelenggaraan Festival Pantai Nambo 2014 ini. Kami disiapkan gasebo yang dijadikan both untuk memajang produk-produk kami yang memang membutuhkan pasar dalam mempromokan dan memasarkannya.

Gasebo dijadikan sebagai Stand/Both Pameran
Stand Kendari Kreatif

Sambil mengikat rambut gimbalnya, Daud berkata; hanya kami mengamati kegiatan ini belum secara menyeluruh mengangkat potensi pariwisata lokal, padahal jika mengikutkan Papalimbang (perahu kayu lokal) dengan membuat perlombaan 'Papalimbang Hias' ataupun 'Papalimbang Speed' 50 - 100 meter di garis pantai, pastinya event ini lebih menarik dan menggelegar serta lebih unik nan kreatif. Potensi Papalimbang sebagai alat transportasi laut yang sejak lama digunakan oleh masyarakat lokal, bahkan sebelum masa penjajahan dan kemerdekaan sudah ada dan menjadi turun temurun sebagai mata pencaharian warga pesisir teluk dan pantai di kota Kendari. Baiknya dalam event ini Papalimbang juga dijadikan sebagai alat transportasi utama bagi para peserta lomba, seluruh SKPD dan Bapak Walikota beserta jajarannya menuju Pantai Nambo melalui Kota Lama Kendari.

Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kota Kendari yang kini menjadi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai penyelenggara Festival Pantai Nambo 2014, telah lama mengelola Pantai Nambo sehingga layak menjadi tempat wisata pantai. Banyak perubahan yang telah dilakukan di Pantai Nambo dengan pembangunan infrastruktur dan penyediaan fasilitas agar masyarakat dapat menikmati hari liburnya di dalam kota untuk refresing di Pantai Nambo.

Pertandingan Dongga-Dongga
Pertandingan Voli Pantai

Kami berusaha menghibur para pengunjung agar puas, senang dan bahagia berada disini ucap Ibu Arnaz Amir Kabag Parekraf Kota Kendari. Lanjut Ibu Arnaz berucap dengan event ini kami berharap bisa membuka pasar baru bagi Industri Kreatif serta memberi ruang bagi Komunitas-Komunitas Kreatif untuk berkreatifitas dengan memanfaatkan lahan yang ada di Pantai Nambo, dan tentunya memberi nuansa yang berbeda dan unik dalam berwisata bagi masyarakat baik itu pengunjung maupun para peserta lomba serta beberapa sponsor yang telah mendukung kegiatan ini. Festival Pantai Nambo akan menjadi agenda tahunan bagi Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kota Kendari.

Penyerahan Hadiah Musik Bambu oleh Bapak & Ibu Walikota Kendari

Untuk mewujudkan imajinasi dibutuhkan keberanian, begitulah event ini terselenggara dengan keberanian untuk berbuat, bertindak dan bekerja akan menimbulkan resiko kesuksesan.

MR.WM


Dokumentasi #NamboFace2013 :

Jumat, 28 Maret 2014

Lounching Event Disparekraf Sultra 2014 di Jakarta


Kesadaran akan suatu perubahan dan perkembangan yang terjadi terkadang tak disadari dan berjalan sangat cepat. Disaat melihat suatu pergerakan dan perjuangan yang beda dan unik serta diluar dari kebiasaan yang ada, barulah sadar bahwa kita harusnya ikut berubah dan berkembang agar tidak stagnan, berjalan ditempat dan siap menghadapi perubahan peradaban ekonomi dunia, dimana tidak ada lagi batasan ruang dan waktu antara daerah satu dengan daerah yang lain, antara satu provinsi dengan provinsi yang lain, antara negara yang satu dengan negara yang lain.

Era kini mengandalkan kekuatan Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai obyek utama dalam perekonomian yaitu Seni Kreatifitas. Dalam memanfaatkan serta mengelolah Budaya lokal, sejarah dan Sumber Daya Alam (SDA) sebagai potensi pariwisata, material untuk berkarya membangun industri kreatif.

Perubahan peradaban perekonomi dunia mulai dari Ekonomi Pertanian – Ekonomi Industrial – Ekonomi Teknologi – Ekonomi Telekomunikasi  dan Informasi. Kini dan selanjutnya perubahan tersebut memasuki era Ekonomi Kreatif. Tentunya untuk membangun itu, diperlukan pelaku yang secara ikhlas dengan kebiasaan berkumpul, diskusi, sharing, bekerja dan berkarya bersama sesuai dengan hobi dan disiplin ilmu pengetahuan serta pengalaman menjadi khasanah untuk mewujudkan program membangun industri kreatif. Komunitas dan Usaha Mikro Kecil (UMK) adalah pelaku yang harusnya menjadi ujung tombak dan mendapat perhatian khusus dari Pemerintah dan Masyarakat, saatnya para Komunitas dan UMK untuk unjuk diri, bergerak dan berjuang secara masiv berkarya Seni nan Kreatif agar dapat menangkis dan memenangkan pertarungan dalam perdagangan bebas antar negara (globalisasi).

Tidak ada kata terlambat bagi OK;OrangKreatif untuk membangun, mengembangkan dan memajukan potensi daerah akan industri kreatif sebagai kunci utama Ekonomi Kreatif. Apalagi bagi Birokrasi Pemerintah Daerah sebagai perwakilan dari Pemerintah Pusat Republik Indonesia. Komunitas, Pelaku UMK dan tentunya seluruh Masyarakat Sulawesi Tenggara bersyukur dan ikut bangga dengan kesadaran dan inisiatif dari Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk lebih fokus bekerja dengan program-program kreatif.

Terbentuknya Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi Sulawesi Tenggara dapat menjawab itu semua dan mengapresiasi pergerakan, perjuangan dan tuntutan dari para Komunitas-Komunitas Kreatif yang ada di bumi Anoa sebagai bahtera Indonesia.

Dengan adanya acara Lounching Event Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara 2014 yang diselenggarakan di Gedung Balairung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia di Jalan Merdeka Barat No. 17 Jakarta, pada hari Jumat tanggal 28 Maret 2014 pukul 19.00 WIB – Selesai. Dimana dalam pelaksanaan acara tersebut terdapat pergelaran Seni Budaya Sulawesi Tenggara, Pemutaran Film Pariwisata, Prosesi Peluncuran Logo Visit Southeast Sulawesi 2015 yang dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Ibu Marie Eka Pangestu dan Gubernur Sultra, bersama Bupati dan Walikota se Provinsi Sultra. Undangan peserta lounching dari kedutaan besar di Jakarta, pejabat Kemenparekraf, media TV dan majalah nasional, industri pariwisata/biro perjalanan Jakarta, serta masyarakat Sultra di Jakarta.
Pada acara tersebut juga diadakan press confrence dengan media nasional, pameran mini Kabupaten Kota se Sultra, bahan promosi pariwisata Kabupaten/Kota untuk masuk di kalender event, kuliner daerah, dan produk kreatif. Dengan demikian pariwisata, seni dan budaya serta produk kreatif Sultra makin dikenal oleh Nasional dan menjadi agenda promosi Kementrian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif masuk di kalender event nasional, dan Hallo Sultra akan menjadi event nasional.

Puncak dari acara Lounching Event Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sulawesi Tenggara 2014 selanjutnya akan diselenggarakan secara meriah yang dipusatkan di Kota Kendari sebagai Ibukota Provinsi dengan melibatkan seluruh Masyarakat, Birokrasi, Lembaga, Komunitas, Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah serta mengikutsertakan perwakilan 33 Provinsi di Indonesia. Dengan acara peringatan dan perayaan Dirgahayu Sulawesi Tenggara yang memasuki usia 50 tahun dan perubahan nama kegiatan yang sudah 6 kali dibuat sejak tahun 2008 yaitu Halo Sultra. Untuk pelaksanaan yang ke 7 kali ini nama kegiatan menjadi Hello Sultra 2014.

Dalam rangkaian penyelenggaraan Hello Sultra 2014, akan digelar lulo (tarian khas Sultra) secara massal dengan bergandengan tangan di Teluk Kendari dan dilapangan alun-alun Eks MTQ Nasional Kendari dengan target rekor dunia, Kendari karnaval/pawai seni dan budaya, festival kuliner daerah yang akan diikuti TP PKK se Kabupaten Kota, pawai etnik daerah Sultra, fashion tambang, pertemuan provinsi kepulauan dan seminar-seminar serta berbagai kegiatan lomba yakni parade lomba kapal hias, lomba mobil hias, lomba gerak jalan mewarnai perayaan Dirgahayu Emas Provinsi Sultra.

Teruslah berkarya, jangan pernah berhenti sedetikpun!
MR.WM


Referensi :

Rabu, 12 Maret 2014

BERMUSIKLAH DENGAN IDE DAN IMAJINASI, TIDAK PERLU PANGGUNG BESAR DAN MENJADI ARTIS TERKENAL

Setiap pergerakan akan membawa perubahan, perjuangan dengan ikhlas dan konsisten selalu menjadi sejarah yang menginspirasi dan memotivasi khalayak. Setiap kisahnya sangat menarik untuk dijadikan pelajaran. Tanggal lahirnya 9 Maret tahun 1903 dan telah dipatenkan menjadi Hari Musik Nasional, walau ada versi lain yang menyebutkan bahwa tanggal 19 Maret adalah hari kelahiranya, namun perbedaan itu tidak menjadi perdebatan kontradiksi yang mengurangi nilai historis seorang seniman. Beliau adalah Wage Rudolf Soepratman.
Monumen Wage Rudolf Soepratman | foto by dewantorobimo.wordpress.com
 
Pemuda kreatif dan produktif yang menghabiskan masa mudanya untuk berjuang dengan keyakinan akan kemerdekaan, serta menghasilkan karya musik dalam melawan penjajahan kolonialisme ditanah ibu pertiwi. Dengan karya musiknya telah menjadikannya sebagai salah satu Pahlawan Nasiona Indonesia. WR. Soepratman yang hingga akhir hayatnya, di usia produktif 35 tahun ajal menjemputnya. Komitmen berjuang sesuai dengan bakat dan keahliannya serta memaksimalkan talenta yang dianugerahi oleh Tuhan Yang maha Esa. Musik adalah senjata ampuhnya, mengalahkan senjata api maupun bom atom yang digunakan oleh negara-negara lain untuk mewujudkan keangkuhan dan keserakahannya.

D'Sound Perform | foto by Alm. Afsal (Ketua seumur hidup Kaskus Regional Kendari)
WR. Soepratman tidak pernah tampil dipanggung besar dan bukanlah seorang artis terkenal, beliau hanyalah musisi yang independen, konsisten dalam berkarya dengan ide dan imajinasinya serta tampil ikhlas tanpa bayaran sepersenpun. Prestasi yang diraihnya mengalahkan seluruh artis yang terkenal berlimpahan materi, karyanya menjadi lagu kebangsaan Indonesia yang wajib dinyayikan disetiap peringatan upacara bendera, acara kenegaraan maupun acara non formal hingga acara komunitas jalanan. Begitu juga bagi warga negara asing yang ingin menjadi warga negara Indonesia wajib menghafal dan menyanyikan maha karya tersebut.

Lagu Indonesia Raya telah menumpaskan bentuk penjajahan dan memerdekakan seluruh warga Indonesia serta menyatukan NKRI dari Sabang sampai Marauke. Seluruh karya musik beliau merupakan kearifan lokal dan berasa nasionalisme serta berbentuk kritikan bagi kalian yang melupakan sejarah Indonesia. WR. Soepratman semasa hidupnya, sempat menginjakkan kakinya di 3 kota di Indonesia dengan meninggalkan warisan bukan berupa harta karun dan panggung besar, melainkan kisah seniman sejati yang menjadi sejarah Republik Indonesia, dengan karya musik apa adanya tanpa harapan royalti dan award bagi artis-artis zaman sekarang dan era yang akan datang.

Di Makassar, disitulah bakat musiknya berkembang. Beliau ikut kakaknya yang bernama Roekijem ke Makassar, kemudian belajar musik dari kakak iparnya yaitu Willem Van Eldik, sehingga pandai bermain biola dan bisa menggubah lagu. Selanjutnya pindah ke Bandung. Wage Rudolf Soepratman memiliki hasrat untuk menjadi pemburu berita. Di Bandung, beliau menjadi wartawan harian surat kabar, pada tahun 1924 di usianya 21 tahun. WR. Soepratman membuat Lagu Indonesia Raya. Pekerjaan sebagai wartawan tetap dilakukannya sewaktu tinggal di Batavia (Jakarta). Di Jakarta, yang menjadi pusat pergerakan bangsa. Beliau mulai tertarik dengan pergerakan nasional dan banyak bergaul dengan tokoh-tokoh pergerakan, rajin mengunjungi rapat-rapat organisasi pemuda. Rasa tidak senang terhadap penjajahan kolonialisme mulai tumbuh bagaikan bola salju, hampir setiap hari Wage Rudolf Soepratman mengkritisi kebijakan politik dan penindasan masyarakat yang disebabkan oleh penjajahan pemerintah Hindia Belanda.

Di hari Sumpah Pemuda pada malam penutupan Kongres Pemuda II, tanggal 28 Oktober 1928, WR. Soepratman beraksi dengan lagu ciptaannya secara instrumental dengan biola. Pada saat itulah untuk pertama kalinya Lagu Indonesia Raya dikumandangkan di depan umum. Semua yang hadir terpukau mendengarnya. Lagu tersebut merupakan perwujudan rasa persatuan, kesatuan dan kehendak untuk merdeka. Lagu Indonesia Raya menandakan kelahiran pergerakan nasionalisme seluruh nusantara di Indonesia, yang mendukung ide satu INDONESIA.

Hari Musik Nasional, selain sebagai ajang bagi seluruh musisi-musisi yang ada di Indonesia. Harusnya dijadikan juga sebagai peringatan sejarah panjang lahirnya Negara Kesatuan Republik Indonesia. Dengan bentuk event yang secara swadaya memberikan hiburan gratis kepada seluruh warga negara Indonesia, memanfaatkan venue alam Indonesia yang sangat indah dengan kearifan lokal, berbudaya sebagai panggung utama sekaligus mempromosikan pariwisata Indonesia, ikhlas beraksi dengan penampilan secara instrumental yang lebih modern dengan ide dan imajinasi yang jauh lebih kreatif, inovatif dan menjadi solutif bagi musik tanah air. Tanpa ada diskriminasi terhadap beberapa genre musik yang ada dan hidup di Indonesia, tanpa dogma akan jalur indie label dan major label serta bisa menyatukan musisi-musisi Indonesia berikut dengan seluruh (fans) pengemar musik.

‘Damai Bermusik, Damai Indonesiaku’.
 MR.WM

Senin, 27 Januari 2014

Liputan Bazar Kreatifitas Komunitas & Pameran Multi Produk Sultra 2014

Area Eks MTQ Kota Kendari - Sultra merupakan tempat hangout dan venue utama disetiap penyelenggaraan event-event besar di Kota Kendari. Bertempat dipusat Kota, Eks MTQ juga merupakan salah satu Icon Propinsi Sulawesi Tenggara dengan keberadaan Tugu Persatuan sebagai simbol pemersatu seluruh Masyarakat Sultra, dimana Propinsi Sulawesi Tenggara adalah wilayah kepulauan yang memisahkan antar Kabupaten dan Kota serta beberapa pulau-pulau kecil lainnya dengan beraneka ragam suku, budaya dan bahasa daerah begitu juga dengan para pendatang yang sudah membaur, membangun serta membawa perubahan positif dan menjadi kesatuan sebagai Masyarakat Sultra.
*****
(Panggung Utama BKK&PMPS2014)
Tanggal 24 - 28 Januari 2014 diselenggarakannya sebuah event fantastic sebagai ajang promo Komunitas, Industri Kreatif dan Potensi Pariwisata. Kegiatan sejenis namun tak serupa memang sudah sering dilaksanakan di Eks MTQ tersebut, namun kali ini jauh lebih bermartabat dalam pengelolahan event yang bertajuk "Bazar Kreatifitas Komunitas & Pameran Multi Produk Sultra 2014" yang berlangsung selama 5 hari, event tersebut memberi ruang yang lebih luas dan besar kepada para Komunitas untuk beraksi serta mempromosikan karya dan kreasinya sesuai dengan genre, disiplin dan prinsip Komunitasnya masing-masing. Selain ruang bagi Komunitas, penyelenggara juga membuka ruang kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) untuk berjualan gratis tanpa biaya sewa tempat dan pajak penghasilan. Kata Muh. Yasin, SH. Mewakili pihak penyelenggara, event ini adalah ajang silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan antar Komunitas serta ajang unjuk gigi dan senyuman manis berbentuk kreatifitas karya seni, kreasi olahraga dan pameran multi produk yang dihasilkan oleh anak-anak muda Kendari - Sultra. Lanjut Yasin yang juga merupakan Direktur BUAS Entertainment, berucap kegiatan ini juga adalah acara Lounching Bumi Anoa Sultra (BUAS) Entertainment sebagai perusahaan yang mengelolah dan memanajemen dunia hiburan di Sultra. Event ini adalah hajatan kami yang sudah lama terpendam sejak menjadi aktifis mahasiswa, hasil diskusi bersama dan akhirnya dapat terwujud serta terlaksana bagaikan mimpi yang menjadi kenyataan, walau tanpa bantuan materi dari Pemerintah Daerah.

*****
(Koordinator #StandKK)













 
(Diskusi di #StandKK bersama Komunitas, Pelaku Industri Kreatif dan Ibu Arnas sekeluarga perwakilan Dinas Parekraf Kota Kendari) 
Motivasi itu lahir dengan adanya spirit perjuangan dari Lembaga Kendari Kreatif, yang menginspirasi serta menularkan virus kreatifitas. Kegiatan ini menjadi penuh warna dengan adanya Kendari Kreatif mengisi stand pameran yang kami sudah siapkan berdampingan bersama dengan stand-stand Komunitas antara lain: Distro & Local Clothing, Komunitas Club-Club Bola, Komunitas Otomotive (Motor), area khusus PKL dan Pasar Malam. Menurut Andi Pangeran mewakili Kendari Kreatif (KK) sebagai Koordinator Stand KK, mengatakan ini adalah event fantastic yang tentunya KK sangat mensupport dan siap membantu BUAS Entertainment! kami mengisi Stand KK dengan beberapa produk unggulan hasil karya seni nan kreatif dari Pejuang Kendari Kreatif yaitu Baju Pokea, AnacondA VS anabule.co, K.U.T, Kriya Pasir, Paper Craft, Danboo, Screen Doc, Area Kedai Kopi KK dan persembahan spesial dari Stand KK adalah Seni Ukiran Kayu yang langsung di workshop kan oleh Aco Nandar serta Karya WPAP oleh Farhan Ferdiansyah dan workshop Paper Craft dari koran bekas, sebagai bentuk pelatihan dan pembelajaran kepada para pengunjung. Dimana hasil workshop tersebut kami lelang di Stand KK, pastinya buat siapa saja yang ingin memilikinya.
(Workshop Sculpture)
(Kopi KK di #StandKK bisa memesan Kopi, Cokelat dan Free Hotspot)




















(Pengunjung Kopi KK belajar Seni Ukir Kayu)
















(Workshop Paper Craft)

















 
(KK, WPAP Sultra, K.U.T, Paper Craft & BUAS Entertainment at #StandKK)

*****
Bazar Kreatifitas Komunitas & Pameran Multi Produk Sultra 2014 yang diselenggarakan selama 5 hari dilapangan Eks MTQ Square Kendari, dipenuhi dengan aktivitas kreatif dengan Kompetisi Dancer Antar SMU, Street Futsal 3 On 3, Festival Band, Pertandingan PS, Goyang Gokil dan tentunya Bazar Produk Kreatif yang memakai Produksi Expo Lokal dengan set stage + rigging, soundsystem minimalis 20.000 watt, lighting 50.000 watt dengan penataan cahaya green soft. Event ini berakhir pada Tanggal 28 Januari 2014 dengan penampilan spektakuler dari Kendari Urban Trace dengan aksi Parkour yang telah dipersiapkan begitu menakjubkan.

Sabtu, 21 Desember 2013

Liputan Kendari Kreatif Fest 2013



Untuk kedua kalinya ditahun kedua sebagai program tahunan dari Kendari Kreatif (KK) sebuah event terbesar KK dalam mempromokan, memasarkan dan menjual produk (barang & Jasa) hasil karya anak Kendari – Sulawesi Tenggara. Kendari Kreatif Fest II 2013 (#KKFest2013) selama 3 hari Jumat, Sabtu dan Minggu dari tanggal 13 – 15 Desember 2013. Dengan persiapan selama seminggu event tersebut dapat terselenggara berkat Konsisten ber Komitmen dari teamwork #KKFest2013. Itulah salah satu bentuk pengkaderan, dimana yang masuk dalam teamwork tersebut adalah kader KK yang tidak ikut dalam penyelenggaraan #KKFest2012 bertempat di Kota Lama Kendari tahun lalu. Inilah generasi terbaik bagi Perjuangan KK dalam mewujudkan visi dan misi membangun Ekonomi Kreatif Indonesia.

Dengan memanfaatkan lahan kosong diantara bangunan rumah mewah, jejeran ruko, hotel dan menara Eks MTQ tepatnya di Jl. Supu Yusuf yang merupakan tempat penyelenggaraan Kendari Kreatif Fest II 2013; Pameran Industri Kreatif, Aksi Komunitas dan Permainan Rakyat. Itulah unik dan menariknya dari #KKFest selalu memilih venue yang bukan merupakan tempat keramaian. Menurut Andika Ginanjar Putra (Project Officer) #KKFest2013, kami memilih lahan kosong diantara bangunan megah untuk membuka minset Komunitas lainnya, Perusahaan serta Masyarakat umum bahwa dimanapun untuk menyelenggarakan suatu kegiatan itu bisa kita laksanakan, ini juga merupakan pergerakan kami untuk membuka ruang-ruang baru yang mungkin dianggap mati dan tak layak sebagai tempat untuk beraktifitas. Di Kota Kendari masih banyak lagi lahan yang tidak dipedulikan dan terurus oleh pemerintah setempat, padahal itu bisa dijadikan sebagai area buat teman-teman Komunitas dan Masyarakat umum untuk berkreatifitas menghasilkan karya/kreasi wujud dari Kreatif dan Inovatif. Beberapa produk yang dipamerkan dalam #KKFest2013 sebagai berikut:
      1.    Robot
      2.   WPAP
      3.   Kriya Pasir dan Kriya Ukir
      4.   Local Clothing (Bonti, Baju Pokea, Reggae, AnacondA VS anabule.co)
      5.   Aksesoris
      6.   Kuliner lokal (tenteng, sakko-sakko)
      7.   Barang antik (Jadoel)
      8.   Furniture kreasi dari barang bekas
      9.   Craf Art
     10.  Screen Doc 
     Ada juga beberapa stand dari Komunitas yang baru bergabung dalam #KKFest yaitu :
     11.   Anoanime
     12.   Kendari Urban Trace (K.U.T)
     13.   Republik 4:20
     14.   Kretek (Komunitas Reggae Teknik UHO)
     15.   Gerakan Kendari Mengajar (GKM)
     16.  Rumah Jeans Kendari (RJK).

Dengan mengangkat tagline “Back to the 80’s and Having Fun”. KK ingin mengingatkan kembali bahwa kearifan lokal itu sangat bernilai dan berarti buat generasi sekarang dalam berkarya, dimana pada tahun 80-an banyak karya fantastic yang lahir dan membuka cakrawala bagi pelaku Industri di Dunia akan teknologi. Salah satu contoh permainan tetris, nitendo Mario Bross, dindong, dll. Begitu juga dengan permainan rakyat yang harus dilestarikan! Penggabungan antara Stand Modern dan Tradisional saling berhadapan di #KKFest2013 dapat menggambarkan semua itu.

Selain penyelenggaraan #KKFest2013 di Jl. Supu Yusuf, Kendari Kreatif juga membuat acara Grand Opening Kopi KK sebagai tempat berkumpul, bekerja dan berkarya bersama dengan Komunitas dan UMK yang tergabung; untuk membangun, mengembangkan dan memajukan Industri Kreatif di Kota Kendari – Sulawesi Tenggara. Dimana, selama setahun berjuang tanpa tempat tetap yang bisa dijadikan kantor dan galeri, kini tempat itu sudah ada dan pasti akan berbeda dengan tempat lainnya. Tempat itu adalah ruko berlantai 2 bernama Kopi KK sebagai kedai, galeri dan kantor dari Kendari Kreatif. Fasilitas tersebut dari manusia berhati mulia (simpatisan Kendari Kreatif) mengamanahkan kepada KK untuk dijadikan sebagai pusat aktifitas dan kreatifitas serta belajar bisnis dan usaha kreatif (be Creativepreneur). Manusia berhati mulia itu bernama Andi Gempar, Ia salah satu Pengusaha Muda Lokal. Yang mengherankan Ia tidak bermukim di Kota Kendari melainkan di Kabupaten Konawe Selatan, namun terkagum dengan perjuangan KK telah menyatukan beberapa Komunitas dan Pengusaha Muda Lokal. Kondisi Kendari Kreatif hingga kini mewadahi 26 Komunitas dan 21 UMK (Usaha Mikro & Kecil).


Dalam acara pembukaan #KKFest2013 yang dibuka oleh Sekretaris Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Propinsi Sulawesi Tenggara mewakili Pemerintah Daerah, yang didampingi oleh perwakilan Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kendari mewakili Pemerintah Kota Kendari. Dalam sambutannya Apresisai terbesar buat para Pejuang KK yang sudah membuat acara kreatif. Yang menurutnya sungguh menakjubkan, kami dari Pemerintah baru sadar bahwa anak-anak Kendari – Sulawesi Tenggara ternyata dapat berkarya membuat produk yang unik dan kreatif yang selama ini hanya bisa ditemukan di Kota-Kota lain, semoga terus dikembangkan semua produk yang dipamerkan dalam Kendari Kreatif Fest baik karya berbentuk barang dan jasa, kreasi; tarian, permainan maupun olahraga serta berkomunitas yang positif sesuai dengan hobi yang positif. Untuk kedepannya semoga Pemerintah Propinsi maupun Pemerintah Kota serta Pemerintah Pusat bisa bersama dan berkolaborasi dengan Kendari Kreatif mengembangkan Industri Kreatif buat Pembangunan Ekonomi Kreatif Indonesia. Begitu juga dalam acara Diskusi dalam #KKFest2013 selama 3 hari itu, para Narasumber antara lain dari Praktisi, Pengusaha, Dosen dan Tokoh Masyarakat memberikan Apresiasi serta siap membantu perjuangan Kendari Kreatif sebagai lembaga independen resmi, kreatif, inovatif dan solutif mewujudkan cita-citanya demi kemaslahatan.


Pencapaian dari penyelenggaraan #KKFest2013

*****
Halo Sultra sudah beberapa kali diselenggarakan begitu juga Kendari Expo, tapi sampai sekarang belum juga masuk dalam list event Indonesia Kreatif (www.indonesiakreatif.net) sebagai event yang terdaftar dan berdampak pada pembangunan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif buat Daerah di Pemerintah Pusat (Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia). Padahal anggaran biaya dalam penyelenggaraan kedua event tersebut sangat besar memakan APBD hingga milyaran rupiah.
 

#KKFest yang baru 2 kali diselenggarakan oleh Kendari Kreatif sebagai program tahunan (#KKFest2012 dan #KKFest2013) yang menggunakan anggaran swadaya hasil usaha bersama dan patungan dari beberapa Komunitas dan UMK, sudah mengharumkan nama Kota Kendari Propinsi Sulawesi Tenggara dengan masuknya event tersebut dalam portal Indonesia Kreatif - List Event Exchibition and Performance (http://event.indonesiakreatif.net/events/35607/). Lebih dari seni pertunjukan ataupun kerja EO melainkan ini adalah MICE!

Untuk wilayah Indonesia bagian tengah dan timur hanya Kota Kendari – Propinsi Sulawesi Tenggara yang ada.

Tracing :
Baru 9 Kota di Indonesia yang terdaftar memiliki event sebagai Program Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia. Yaitu: Bandung, Jakarta, Jakarta Selatan, Depok, KENDARI, Malang, Yogyakarta, Denpasar dan Surabaya.


Salam & Semangat Kreatif!
Sampai ketemu di #KKFest2014

MR.WM